Saturday, 14 May 2016

OUR STRESS RELIEF : CULINARY AT BEBEK TEPI SAWAH && PHOTOHUNTING AT STANDING STONE RESTAURANT


Dalam 5 bulan pernikahan saya, bulan April kemarin merupakan bulan yang penuh dengan rollercoaster of emotion. Kenapa? Karena saya dan suami sama-sama disibukkan oleh kegiatan masing-masing sehingga quality-time kami sangat minim. Sangat sulit untuk bertemu. Oleh karena itu, pada akhir bulan, dimana waktu kami sudah mulai longgar dan tanggung jawab kami sudah tertuntaskan, kami memutuskan untuk jalan-jalan ke kota sebelah. Kota yang jadi favorit kami: Gianyar. Di Gianyar kami berkunjung ke dua tempat yaitu Bebek Tepi Sawah dan Standing Stone Restaurant.

Bebek Tepi Sawah

Kami datang pada hari Sabtu, jadi tidak heran kalau Bebek Tepi Sawah yang berpusat di Ubud ini sangat penuh sesak oleh pengunjung. View yang cantik serta makanannya yang lezat menjadikan Bebek Tepi Sawah dipilih oleh para turis mancanegara maupun dalam negeri. Selain berlokasi di Ubud, restoran ini memiliki cabang lain di Bali yaitu di daerah Tuban, Kuta, serta Nusa Dua. 
Saat tiba di lokasi, jam sudah menunjukkan pukul 3 siang dan kami berada pada kondisi sangat laper karena kami sengaja tidak makan siang dahulu. Everybody knows that Bebek Tepi Sawah always serve you big portion, nyumm :D Awalnya kami khawatir jika pesanan kami tidak akan langsung datang, mengingat jumlah tamu yang sangaaaat banyak. Namun alhamdulillah kekhawatiran kami tidak diperlukan karena ternyata kami hanya cukup menunggu 10 menit saja hingga makanan disajikan. 

Menu yang kami pesan adalah Bebek Goreng dan Bebek Bakar. Keduanya sangat kami nikmati: tekstur bebek gorengnya crisp outside and soft inside; bebek bakarnya pun sangat empuk dan bumbunya meresap hingga ke tulang. Setiap menu dilengkapi dengan 4 jenis sambal yang menambah cita rasa dari daging bebeknya (sambal matah, sambal kecap, dan dua sambal lainnya yang saya kurang hapal namanya hehe.) Ah.. Happy tummy. Estimasi cost untuk dua orang (dua menu makanan dan dua menu minuman) berkisar Rp 400.000. Memang cukup pricey, but it's definitely worth it!
Bebek Bakar
Bebek Goreng
Setelah kenyang, terbitlah saat yang dinanti yaitu sesi foto-foto. 
Walaupun restoran penuh, kami mendapatkan tempat yang nyaman, kalau kata orang Sunda sih namanya saung, dan adem. 

Bebek Tepi Sawah Villas
Alamat : Jalan Raya Goa Gajah, Br. Teges Peliatan, Ubud, Bali
Telp.     : (0361) 970388

Standing Stone Restaurant

Setelah menikmati santap siang, saya dan suami beranjak dan menuju tempat duduk santai yang letaknya tidak begitu jauh dari Ubud, yaitu Standing Stone. Standing Stone merupakan restoran dari The Royal Purnama Villas yang dapat dikunjungi oleh umum. Tempatnya sangat menarik, disana terdapat suatu spot dimana banyak batu-batu besar yang mirip dengan salah satu objek wisata terkenal di Inggris yaitu Stonehenge.

Untuk dapat bersantai di Standing Stone terdapat minimum charge. Pengunjung wajib membeli voucher seharga Rp 100.000/orang yang dapat ditukarkan dengan makanan atau minuman senilai nominal yang sama. Karena niatnya memang untuk foto-foto dan menikmati angin sepoi-sepoi, makanan dan minuman senilai Rp 200.000 sangatlah cukup, apalagi kami datang dengan perut kenyang. Oh ya, jika ingin duduk di cabana pada pinggir pool, minimum charge-nya sebesar Rp 800.000/cabana yah. Cabana ini bisa jadi pilihan tepat apabila datang kesana bersama rombongan keluarga.
Jajaran cabana  di samping swimming pool




Menjelang magrib, kami beranjak pulang dan mengumpulkan segenap tenaga untuk kembali ke Karangasem. Mungkin ada yang penasaran, kenapa kami saya tidak menunggu lebih lama lagi untuk ber-sunset ria dahulu? Alasannya adalah disana tidak mendapatkan sunset seperti pantai di Kuta karena letaknya yang di bagian tenggara Pulau Bali, namun pantai-pantai di Gianyar bagus untuk menikmati sunrise

What a happy day.. Surely will bring my whole family to this restaurant! 

_

Royal Purnama Villa - Standing Stone Restaurant
Alamat : Jalan Pantai Purnama, Sukawati, Gianyar, Bali
Telp.     : (0361) 8493706 

No comments:

Post a Comment