Tuesday, 21 March 2017

LUCKY ME, I'M IN LOVE WITH MY BEST FRIEND



Gita cinta dari SMA.

Bukan. Kali ini saya bukan mau menceritakan film legendaris tahun 70’an yang dibintangi Rano Karno dan Yessi Gusman. Saya justru ingin menceritakan tentang orang yang sudah menjadi gita cinta saya dari SMA; sejak sekitar 10 tahun yang lalu. Yang alhamdulillah sudah menjadi suami saya sejak Desember 2015 kemarin. Hehe.

Akad Nikah, Desember 2015
Berawal dari pertemanan sekelas di kelas 1 SMA, siapa yang sangka sih bisa berlanjut hingga satu dekade setelahnya? Apalagi kami berdua benar-benar berbeda; mulai dari kepribadian, hobi, selera musik, pokoknya semuanya berlawanan. Eh ada satu yang sama: perasaan. Hahahaha! So cheesy :p

Kadang kalau dibayangkan saya suka amazed sendiri deh. Apalagi kalau ingat bumbu-bumbu dan drama selama pacaran dulu. Saya yang dulu saat SMA cenderung rewel, didukung dengan kondisi Sony yang dulu sedang asyik berorganisasi sampai-sampai terlalu sibuk berkegiatan dimana-mana. Lengkap banget kan? Dan masih banyak drama lainnya. Untungnya segala lika-liku itu bisa terlewati. Kelas 1 SMA, 2 SMA, hingga akhirnya lulus dari almamater kami SMAN 3 Bandung; kami lalui semuanya bersama.

Setelah lulus, Sony diterima di Akademi Kepolisian. Saya cukup shock karena rencana awalnya setelah lulus SMA kami ingin bersama-sama kuliah di ITB (Institut Teknologi Bandung). Namun pada akhirnya kami terpisah. Saya di ITB dan Sony di Akpol. Meskipun begitu, jelas saya ikut bahagia karena saya tahu untuk dapat diterima Akpol itu bukan hal yang mudah. Sulit sekali malah. Proud of him! 

Wisuda Sarjana Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Juni 2013
Wisuda Sarjana Institut Teknologi Bandung, Oktober 2013
Salah satu hal yang saya kagumi darinya adalah, bahwa saat dia menginginkan sesuatu, misalnya saat ingin melanjutkan sekolah di Akpol; maka dia akan berusaha sepenuh hati dan tenaga dengan sungguh-sungguh. Tentunya dibantu dengan doa dari orangtua dan orang-orang terdekat juga. Alhamdulillah keinginannya dikabulkan oleh Allah Yang Maha Baik.

Nah, yang bikin saya cenat-cenut.. Kalau Sony masuk Akpol, berarti kami harus menjalani LDR (Long Distance Relationship) kan. Waduhh.. Saya ngebayanginnya serem duluan. “Bisa survive gak yah, nanti kan bakal sangat jarang berjumpa. Beda sekali dengan saat SMA yang bisa sering kemana-mana bareng”, pikir saya.

Di awal perkuliahan, saya sempat mau menyerah. Menyerah karena sulitnya komunikasi dengan Sony, terutama di awal pendidikannya. Percakapan via telepon yang terputus; menanti balasan chat berhari-hari, bahkan hilang kabar berminggu-minggu. Semuanya itu merupakan beberapa rintangan terberat yang saya lewati dalam perjalanan LDR ini.

Namun keinginan saya untuk menyerah serta merta pudar saat mengetahui fakta dibalik sulitnya komunikasi kami. Untuk dapat menghubungi saya, Sony seringkali harus berjuang mati-matian. Rutinitas di Akpol sangatlah padat dan melelahkan, baik secara fisik maupun mental. Ada kalanya dia diam-diam menelpon saya tengah malam saat seharusnya jam belajar, karena memang dia tidak diperbolehkan untuk membawa alat komunikasi. Pernah juga saya ditelepon hanya dua menit saja, singkat sekali; yang ternyata saat itu dia harus mengantri di wartel dan bergantian dengan teman-temannya yang sama-sama ingin menghubungi orang-orang tersayang. Ada juga saat dia lari ke hutan di kegelapan untuk sekedar mengirimkan pesan singkat menggunakan handphone jadul yang dia kubur dalam-dalam di bawah tanah.

Semua ini bukan hal yang hiperbola; saya mendengar cerita ini langsung dari Sony dan diamini oleh teman-temannya yang menempuh pendidikan di Akpol juga. Mendengar semua cerita itu, saya seketika sadar kalau bukan hanya saya saja yang berjuang dalam LDR ini. Sony pun bersusah payah untuk dapat terus menghubungi saya di Bandung.

Saya benar-benar bersyukur, Sony dan para sahabat saya selalu setia support dan menguatkan. Sony selalu bilang kalau dia menuntut ilmu nun jauh di Semarang itu untuk masa depan kami berdua juga. Meskipun hal ini seakan-akan hanya gombalan cinta monyet yang diucapkan oleh seorang remaja berusia 18 tahun, ternyata maknanya lebih dari itu. Hingga dia lulus dari Akpol dan bekerja sebagai polisi pun, dia masih memegang kata-katanya. Semua usaha dan keringatnya demi masa depan kami. Kami berkomitmen untuk saling mendoakan, selalu menyemangati, saling mengerti dan juga menjaga hati meskipun terpisahkan jarak ratusan kilometer. Tentunya sambil menuntut ilmu demi mencapai cita-cita kami masing-masing.

Semua usaha, upaya, waktu dan tenaga yang Sony curahkan pada hubungan LDR kami waktu itu yang meyakinkan saya bahwa dia memang selalu memegang komitmennya. That’s why I love him so much!

Hingga akhirnya sekarang kami hidup bersama dengan bahagia di Bali. Memang benar kalau tidak ada hasil yang mengkhianati usaha :)

Foto saat Serah Terima Jabatan, Juni 2016
Kalau dijabarkan, banyak sekali alasan saya bisa sayang sekali dengan suami saya ini. Diantaranya..
  • Saya sangat suka suami saya yang selalu berusaha dan bekerja keras. Ini memotivasi saya juga untuk berusaha sama kerasnya. 
  • Saya senang kepribadiannya yang memegang teguh komitmen, gigih dan bersemangat. Saya merasa terpancarkan energi postif juga darinya.
  • Suami saya orangnya bubbly dan humoris! Saat sedih karena berjauhan selama kuliah, rasa sedih itu gak bertahan lama karena saya sangat terhibur oleh segala ucapan dan lelucon yang dilontarkan suami saya ini. Hahaha.
  • Dia sangat bisa romantis pada moment-moment tertentu. Meskipun penampilannya terkesan garang dan sangar, saya seringkali dikejutkan dengan suprise darinya. Misalnya romantic dinner, buket bunga, ataupun kejutan staycation saat merayakan anniversary pernikahan.
  • Dan masih banyak lainnya!
Birthday Surprise, April 2014
Candle Light Dinner Surprise, April 2016
Ulangtahun suami saya sudah semakin dekat; tinggal tersisa dua bulan menuju Mei. Saya pun mulai memikirkan hadiah apa yang kira-kira paling cocok untuknya. Saya gak mau kalah romantis juga dong pastinya!

Dari sekian banyak pilihan yang ada, sudah ada satu item yang menjadi incaran saya. Item itu tak lain dan tak bukan : Smartwatch

Samsung Smartwatch

Menurut saya, Smartwatch merupakah hadiah yang paling tepat untuk Sony. Apa sih smartwatch? Smartwatch merupakan jam tangan digital yang memiliki fitur seperti smartphone. Bukan sebagai pengganti, namun lebih ke fungsi enhance & improve smartphone yang telah dimiliki. 

Dalam menjalani profesinya sebagai polisi, suami saya dituntut untuk selalu siaga menerima instruksi atasan atau penanganan kasus; kapan pun dimana pun. 24 jam sehari. 7 hari dalam seminggu. Dengan menggunakan smartwatch, suami saya dapat terus terupdate dan menerima notifikasi telepon maupun pesan singkat setiap saat karena smartwatch ini nyaman untuk dikenakan dan dibawa kemana-mana. 

Press Release Pengamanan Pelaku Jambret di wilayah Polsek Kuta
Briefing sebelum Pengamanan
Ketika sedang dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk menjangkau smartphone, misalnya saat meeting atau hectic di tempat kejadian perkara; smartwatch akan memegang berperan penting. Pengguna smartwatch dapat memantau pesan ataupun panggilan tanpa perlu mengambil smartphonenya. Ini akan menghemat waktu, yakan?

Kehadiran smartwatch dapat membantu suami tersayang untuk selalu stay connected dan on call. Connected terhadap seluruh pekerjaannya dan yang paling penting kepada saya. Hehehe.

Ah, it’s my wish to be able to give it on his birthday. Semoga ada rezekinya yaah supaya bisa belikan suami tersayang smartwatch di Elevenia! Amin Ya Rabb.

Ada yang pernah atau sedang menjalani LDR juga? Semoga selalu kuat yah! Hehe. Oh ya, kalau ada yang memiliki rekomendasi hadiah lain untuk orang tersayang, boleh lho di-share! Pastinya bakal sangat membantu hehe. 

Thank you for reading! :)

26 comments:

  1. Biaaa ceritanya buatku meleleh ��

    ReplyDelete
  2. Wow so romantic, put. He's so lucky to have you. Kadonya cocok banget :)

    ReplyDelete
  3. Mbakkkk kamu mirip cerita temen dekat akohh yang kmrn desember nikah anak akmil . Tp emang smua klo pendidikan taruna susah Komunikasinya mbak.ga tau deh klo skrng gmna. Langgeng terus yaaa bahagia selaluu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah kynya kalau pendidikan akademi gtu pasti mirip yah pengalamannya huaaa.. Amin mbaaa, makasih banyak yaaa :* Doa yg sama utkmu dan suami mbaaa! Hehe. Anw makasih udh mampir :)

      Delete
  4. Saya sangat tertarik dengan ceritnya, begitu romantis dari awal tulisannya saja, sudah sangat membuat orang tertarik untuk melanjutkan membaca tulisannya mba, sangat real, nice.

    ReplyDelete
  5. Bia,

    Happy always for you both ya

    alsheilaaa.blogspot.co.id

    ReplyDelete
  6. ya tuhaaaan kok aku malah baper bacanya ....

    ReplyDelete
  7. Kak Bia's love story is one of love story that I will never bored to hear again and over again, it from the bottom of my heart <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayu my darling, thankyouuuu <3 Kangen bangeeeeeet

      Delete
  8. So sweet biaaaa. *teary eyes*
    Ngakak banget pas baca 'walaupun garang tapi sweet' 😂 mau dong ketemu

    www.jessicaliani.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makaci ce jess :* :*
      Ahahaha iyaaa dia teh muka rambo hati hello kitty banget ceee :p Mau bgt jg temuuu, tunggu aku pulang bali ceee!

      Delete
  9. duh, manis sekali Mbak love storynya...
    semoga laggeng 💕 💕 💕

    salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin YRA, terima kasih banyak mbaaaaa :")

      Delete
  10. So sweet banget Teh, saya jadi pengen nulis tentang Suami tapi masih malu heheu, salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi aku malah excited nih nulis ttg suami.. Jarang-jarang manisin doi soalnyaa ehehe. Salam kenal juga yaa! :)

      Delete
  11. sama mak, aku juga akhirnya menikah dgn TTM alias best friend hehe.. so sweet perjalanan cintamu mak :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih maaak :) Semoga sama sama langgeng dan semakin manis ya kisah kita dgn suami hihi

      Delete
  12. Menikah dengan teman tuh enaknya gak ada rahasia2an lagi biasanya. Moga keinginannya terujud dan pernikahannya bahagia selalu ya mbaaakkk :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mba setujuuuu :) Jd klo ngbrol rasanya seperti ngbrol dgn sahabat yaa. AMin amin terima kasih banyak mbak april :)

      Delete
  13. Ttm ya mba smoga samara smp akhir... dn jam nya bneran trwujud jg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin amin terima kasih banyak ya mbaaaa :))

      Delete