Sunday, 16 July 2017

A NEW BEGINNING


Jadi.. Pada blog post kali ini saya akan menceritakan alasan dibalik vakumnya blog saya selama tiga bulan terakhir. Ada yang bisa tebak? Ga ada? Ada ga nih? Hahaha sebel amat yah sok-sok bikin penasaran. The thing is.. Finally.. I'm pregnant! Iya, setelah penantian selama setahun lebih akhirnya Allah mengabulkan doa saya, suami dan keluarga. Alhamdulillah, alhamdulillah.. 

__

Cerita bermula di awal bulan Mei kemarin. Memasuki bulan Mei, saya sedikit harap-harap cemas karena tamu bulanan yang seharusnya hadir di akhir April tak kunjung datang. Momen H2C alias harap-harap cemas ini tidak familiar untuk saya, soalnya siklus bulanan saya hampir selalu tepat waktu. Dalam satu tahun mungkin hanya 1-2 kali yang tak sesuai dengan perhitungan. Karena itu lah saat saya sudah terlambat > 4 hari, saya mulai ge-er. Namun pada saat itu saya bertekad untuk tidak melakukan test pack sebelum seminggu terlambat. Rasanya takut; takut kecewa jika hasilnya tidak seperti yang diinginkan.

Saya menceritakan kegelisahan saya ini kepada suami dan orang tua saya. Mereka semua hanya berpesan agar saya tidak kecapekan, berprasangka baik kepada Yang Maha Kuasa dan terus berdoa. Kami percaya kalau Allah berkehendak, tidak ada hal yang tak mungkin. Jadi satu-satunya jalan hanyalah berdoa dan berserah diri. 

Di hari keenam, pada malam harinya tiba-tiba mama saya berkata, "Kak, test yuk! Tadi mama dan ayah sudah beli nih alat tesnya. Hehe". Mama dan ayah saya menyodorkan test pack sambil cengengesan. Ya ampun niat banget deh sampai beliin duluan tanpa diminta! Hahaha saya geli liatnya; gemes banget sih ma, yah. 

Dari beberapa sumber yang saya baca, banyak yang menyatakan kalau tes kehamilan sebaiknya dilakukan pagi hari. Namun pada akhirnya saya nekat melakukan malam hari, modal bismillah saja hehe. 

Lalu ternyata hasilnya..

Garis dua. Jelas. Tegas. Masya Allah..
Saat melihat hasilnya, sontak saya langsung berkaca-kaca. Saya bergegas lari menuju mama dan memeluknya. Mama dan ayah saya menangis, ikut bahagia atas kebahagiaan yang saya rasakan. Ah, sulit rasanya mendeskripsikan apa yang saya rasakan malam itu. Terlalu bahagia. Lega.

Yang terasa kurang adalah ketidakhadiran suami pada saat momen bahagia itu. Hari itu suami saya masih menempuh pendidikan di Jakarta, sedangkan saya di Bandung. Bisa ditebak; saya langsung semangat ingin berbagi kabar bahagia ini padanya. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, feeling saya suami saat itu sudah tidur. Tapi saya merasa ingin sekali memberitahu dia detik itu juga. Akhirnya saya menelepon suami saya yang benar saja sudah tidur, lalu memintanya untuk cek Whatsapp karena saya akan mengirim foto. Dia jawab, OK.

Percakapan kami di Whatsapp:

Bia : (Mengirimkan foto hasil test pack dengan hati berbunga-bunga; tak sabar mendengar respon sang suami!)

Sony : "Artinya apa yang?"

Bia : (speechless campur gagal paham)

Duh ya, suamiku ini! Hahahaha. Rasanya antara sebel karena kok gak sesuai ekspektasi tapi pengen ketawa ngakak juga. Dipikir-pikir wajar sih suami gak ngerti apa artinya, karena memang selama satu tahun pernikahan saya hanya pernah satu kali menggunakan test pack. Itu pun tidak didampingi olehnya. 

Saat saya jelaskan arti dari garis dua tersebut, baru lah saya mendapatkan reaksi yang semestinya hehe. Dalam hati saya, "Nah, gitu dong!". Hehe. Kami sama-sama bersyukur, berterima kasih kepada Allah tak henti-hentinya.
__

Minggu-minggu pertama kehamilan bisa dibilang tidak 100% mulus. Keesokan hari setelah saya tahu positif hamil, saya mengalami flek. Kemungkinan besar karena kecapekan; karena waktu itu saya menempuh perjalanan cukup panjang ke Lembang dan sekitarnya. Lalu seminggu setelahnya yaitu di minggu ketujuh, saya mengalami pendarahan. Untungnya dokter mengatakan bahwa ini bukan hal yang terlalu serius, namun saya tetap diharuskan untuk bedrest dan rutin meminum obat penguat kandungan.

Pertama kalinya janin di perut saya terekam alat USG :)
Alhamdulillah, setelah kejadian pendarahan di minggu ketujuh itu tidak ada lagi flek maupun pendarahannya lainnya. Minggu-minggu berikutnya justru sangat menyenangkan. Nafsu makan saya naik berkali-kali lipat, bawaannya ingin makan terus. Saya termasuk ibu hamil yang sangat beruntung karena saya tidak mengalami morning sickness, tidak juga mengidam; hanya kadang pusing dan migrain saja. Saya salut dengan ibu-ibu hamil di luar sana yang berjuang melawan morning sickness. Saya yang kadang sakit kepala saja rasanya tidak nyaman. Insya Allah berkah perjuangannya ya, para calon ibu! :)
__

Tak terasa, sekarang saya akan segera memasuki minggu ke-16 kehamilan. Menjalani kehamilan ini saya merasa banyak hal yang berubah, secara fisik maupun mental. It feels like a miracle to think that there is a tiny baby growing inside me.. Saya mulai menerapkan pola hidup sehat (still learning it, tho!); suami saya menjadi sangat sangat lebih perhatian (plus posesif!); dan sekarang ada satu tambahan personil yang masuk dalam doa kami setiap kali selesai solat. 

Terakhir, saya ingin bersyukur kepada Allah SWT atas karunia-Nya ini. Saya juga ingin berterima kasih kepada semuanya yang senantiasa mendoakan dan mendukung saya di masa-masa penantian kemarin. It means a lot! Mohon doanya lagi yah supaya kami semua sehat selalu..

:)

8 comments:

  1. Sehat2 terus bia!and congratsssss๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰

    ReplyDelete
  2. ALHAMDULILLAH BIAAAAA I FEEL SO HAPPY FOR YOU ��

    Semoga kamu dan debay sehat sehat teruuuus. Isi blog bisa nambah seputar parenting nih ��

    ReplyDelete
  3. Selamat teh bibils, Sehat selalu ibu dan debay. Another WB junior is coming hehe

    ReplyDelete
  4. Selamat ya Bia dan suami ๐ŸŽ‰
    Ikutan seneng deh bacanya, hehe Sehat-sehat ya, semoga lancar semua sampai lahiran. Aamiin ๐Ÿ™

    ReplyDelete
  5. Biaaaaa selamat untuk kehamilannya. Aku selalu happy denger atau baca cerita temen hamil. Rasanya aku kena happy vibesnya. Sehat2 ya mama & baby

    ReplyDelete
  6. Aaaa...ternyata hamiiil. Kirain kemana aja kok gak muncul-muncul. Secara aku salah satu pembaca setia blogmu mbak. Doakan aku juga segera hamil ya mbaaak. Ini tahun kedua pernikahan kami. Sehat-sehat ya debay di dalem peruuut <3

    ReplyDelete
  7. Waktu aku melakukan test pack, suamiku juga sedang di luar kota. Mau nunggu dia pulang tapi kok geregetan mau ngasih tau... Mau langsung ngasih tau tapi kok ngga seru karena ngga bisa lihat ekspresi wajahnya... Tapi, akhirnya, aku kirim foto via WA dan jawabannya pun sama, "Itu artinya apa?" Entah memang ngga tau atau tau tapi supaya lebih yakin gitu...

    Sekali lagi selamat ya, Bia dan suami. Insya Allah semuanya dilancarkan, dimudahkan, dan disehatkan. Aamiin yaa rabbal alamiin :)

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah, selamat ya Bia sayang.
    semoga ALLAH SWT memberikan kesehatan,kelancaran & kemudahan untuk kamu & debay yah.

    ReplyDelete