Thursday, 14 September 2017

DOKTER KANDUNGAN DI BANDUNG DAN DENPASAR


Kalau diingat-ingat, pencarian dokter kandungan buat saya merupakan salah satu tantangan tersendiri. Kenapa? Soalnya saya banyak maunya. Hahaha! Maunya yang dokternya enak diajak diskusi, ramah dan lokasi prakteknya dekat rumah.

Dari sejak saya menikah hingga dalam kondisi hamil 24 minggu seperti sekarang, terdapat total lima dokter kandungan yang sudah saya kunjungi. Tiga dokter di Bandung, duanya lagi di Denpasar. Nah, saya ingin sedikit cerita tentang pengalaman saya dengan kelima dokter ini, mungkin bisa menjadi referensi bagi teman-teman yang berdomisili di Bandung atau Denpasar.

Note : Semua ini merupakan pengalaman dan opini pribadi saya. Jadi bisa saja ibu-ibu lain memiliki kesan atau pengalaman berbeda saat visit ya.

By the way.. Saya akan menceritakannya berdasarkan urutan waktu kunjungan ya.

dr. Anna Fachruriyah, SpOG (Bandung)

Lokasi praktek : RS Hermina Pasteur, RS Hermina Arcamanik

Saya ingat sekali saat itu kondisinya saya baru menikah 3 bulan, namun sudah penasaran untuk konsultasi ke dokter kandungan. Rasa penasaran itu timbul setelah mengobrol dengan seorang teman sesama manten baru yang sedang hamil. Teman saya ini cerita kalau dia mengunjungi dokter kandungan di Jakarta saat usia pernikahan masih dua bulan, tujuannya untuk konsultasi sekaligus minta tips dan trik agar bisa segera diberikan keturunan. Saya diceritakan kalau oleh dokternya itu dia dicek kondisi sel telurnya, kemudian diberikan beberapa vitamin dan tanggal-tanggal ajaib (ehem!). Alhamdulillah, teman saya ini langsung diberikan amanah pada bulan berikutnya. 

Berbekal kisah sukses itu, saya jadi berinisiatif untuk melakukan kunjungan ke obgyn juga. Harapannya bisa mendapatkan pencerahan sama seperti teman saya ini. Akhirnya saya mencari rekomendasi dokter kandungan di Bandung. Dari hasil pencarian, salah satu dokter yang banyak digemari ibu-ibu di Bandung diantaranya dr. Anna Fachruriyah, SpOG.

Pada kunjungan pertama ke obgyn ini, saya sudah mempersiapkan beberapa pertanyaan. Misalnya makanan apa yang baik untuk kesuburan, rekomendasi vitamin, dan sebagainya. Saat bertatap muka dengan ibu dokter, saya langsung penuh semangat menceritakan kondisi saya sekaligus bertanya ini-itu sesuai list yang saya buat. Namun, sayangnya jawaban dari ibu dokter sedikit mengecewakan. Pada intinya beliau menyampaikan kalau ngapain saya kesana wong usia pernikahan baru 3 bulan, belum perlu datang ke dokter kandungan. Nanti saja kalau sudah setahun lebih, katanya. Bahkan saat saya menanyakan, "Kalau makan tauge, kacang hijau, apakah membantu?". Dokter hanya menjawab sambil tertawa sedikit sinis (atau saya yang sensitif ya), "Haha engga ngaruh.. Ga ada yang ngaruh mau makan apa, minum obat apa juga". 

Akhirnya dari kunjungan tersebut saya pulang dengan tangan kosong; tanpa rekomendasi, saran, vitamin, apalagi tanggal ajaib. Haha. Saya langsung memutuskan untuk datang ke dokter kandungan lain jika hamil kelak.

dr. Ilyas Angsar, SpOG (K) (Denpasar)

Lokasi praktek : RS Prima Medika

Menurut saya, menemukan dokter kandungan di Denpasar jauh lebih sulit dibandingkan di Bandung. Semua ini karena masih minimnya referensi ataupun review di internet. Ada beberapa nama dokter yang disarankan teman saya, namun saya kurang sreg karena dokter-dokter tersebut merupakan dokter favorit sejuta umat yang katanya antriannya bisa sampai tengah malam.

Dengan informasi yang minim, akhirnya saya mencoba untuk mengunjungi dr. Ilyas Angsar, SpOG (K) yang dikenal sebagai dokter kandungan senior di Denpasar. Kunjungan ini saya lakukan saat menginjak usia pernikahan 11 bulan, dengan niat untuk program hamil. Kesan pertama saya, dokter ini sangat tegas dan to the point. Tegas sampai ke titik terasa sedikit galak. Jadi saat berkunjung, bawaannya deg-degan hahaha takut bok! Meskipun rada menegangkan, saya tetap istiqamah konsultasi ke beliau hingga tiga kali kunjungan. Saya stop bukan karena pindah dokter, melainkan karena saat itu suami saya ditugaskan sekolah ke Jakarta. Jadi program hamilnya harus terhenti. 

Sebagai dokter senior, saya yakin dia sangat berpengalaman. Apalagi beliau merupakan salah satu senior tim program bayi tabung di RS Prima Medika yang katanya sudah banyak membantu para pasangan suami-istri dalam mendapatkan keturunan. Saran saya, kalau memutuskan untuk memilih dr. Ilyas ini, kalian jangan baper dan memasukan ucapan beliau mentah-mentah ke dalam hati. Hehe.

dr. Rina Eka Puspitasari, SpOG (Bandung)

Lokasi praktek : RS Hermina Arcamanik

Nah, dr. Rina ini merupakan dokter kandungan ketiga yang saya kunjungi sekaligus dokter kandungan pertama di masa kehamilan. Waktu itu saya memutuskan hanya dengan bekal browsing sekejap saja karena saat itu kondisinya saya mengalami flek sehari setelah test pack positif. Jadi harus memutuskan dengan cepat dokter mana yang akan dikunjungi. 

Pada kunjungan pertama, saya cukup sreg di awal kunjungan sampai pada akhirnya beliau menyampaikan jawaban dari pertanyaan saya dengan kata-kata yang kurang enak dan lumayan shocking. Namun sebenarnya selain jawaban yang satu itu, dr. Rina terhitung ramah, asyik, informatif dan tidak pelit penjelasan. Sisi baik lain yang saya tangkap, beliau menyugesti positif ibu-ibu hamil muda seperti saya yang masih dipenuhi rasa cemas dan khawatir. Berhubung saat itu usia kandungan saya baru 5 minggu, saat di USG belum terlihat adanya kantung kehamilan maupun janin. Sepertinya saat itu aura cemas cukup terpancar dari saya hahaha. Melihat saya cemas, beliau menyarankan saya untuk banyak istirahat, rutin minum obat penguat kandungan, dan datang kembali 3 minggu kemudian untuk USG lagi saat usia kehamilan memasuki 8 minggu. Namun pada akhirnya saya memutuskan untuk ganti dokter (lagi).

dr. Leri Septiani, SpOG, PhD (Bandung)

Lokasi praktek : RSIA Grha Bunda, RS Santosa Kopo

Salah satu faktor yang menjadi pertimbangan saya pindah dari dr. Rina selain sedikit shock atas jawaban beliau adalah lokasi prakteknya yang lumayan jauh plus daerah macet. Kali itu saya menimbang untuk mencoba rumah sakit ibu dan anak yang terhitung baru di dekat rumah; jaraknya tidak sampai 2 km dari rumah saya. Namanya RSIA Grha Bunda. 

Saat mengobrol dengan teman sesama bumil juga, yaitu Enggar, saya diberikan rekomendasi untuk kontrol ke dr. Leri yang buka praktek di RSIA Grha Bunda. Saudara ipar Enggar ada yang kontrol di beliau dan katanya cocok. Dari hasil obrolan ini, saya memutuskan untuk ke dr.Leri untuk kontrol selanjutnya.

Sejak pertama kali masuk ruangan, saya langsung kepincut. Saya merasa ruang praktek dr. Leri entah bagaimana memberikan aura yang positif dan menyenangkan. Dialog kami pun berjalan dengan sangat nyambung, kalau kata anak kekinian sih dapet banget chemistry-nya. Hehe.

Yang paling saya suka, saat USG dr. Leri dengan sangat jelas menjabarkan kondisi janin. Mulai penjelasan fisik janin hingga gerakan janin, tak lupa sambil menyelipkan kalimat menyentuh seperti, "Wah, dedeknya lincah nih.. Salting nih kayanya ditengok mamanya ya. Tuh tangannya naik-naik!". Saya yang dengarnya langsung mellow dan terharu huhu.

Dari kunjungan tersebut, saya langsung mendeklarasikan kalau dr. Leri ini menjadi dokter kandungan terfavorit! Meskipun sebenarnya saat itu pada kontrol berikutnya saya sudah berada di Denpasar, yang mana tidak akan jumpa dengan dr. Leri hingga beberapa bulan mendatang. Tapi saya sudah bertekad, nanti kalau pulang Bandung akan kontrol dengan dr. Leri lagi. Hehe.

dr. Winda Andaka, SpOG (Denpasar)

Lokasi praktek : Apotek Sentosa, RS Prima Medika, RS Siloam Bali

Sesampainya di Denpasar, saya langsung sibuk mencari-cari referensi kembali terkait dokter kandungan. Iya, saya memutuskan untuk mencoba dokter kandungan lain selain dr. Ilyas Angsar. Setelah mencari-cari dan bertanya sana-sini, akhirnya saya memutuskan untuk kontrol di dr. Winda Andaka, SpOG. 

Teman saya bilang kalau dr. Winda cukup enak dalam menjelaskan. Tempat praktek beliau berlokasi tidak jauh dari rumah (saya pilih kontrol di Apotek Sentosa); lalu kabarnya antrian pasiennya pun masih masuk di akal. Ketiga faktor ini yang jadi membuat saya yakin untuk mencoba kontrol dengan beliau.

Saat perdana jumpa, saya cukup terkesima soalnya dokternya cantik banget! Cantik, rapi, wangi, segar dan yang terpenting ramah sekali. Padahal kondisinya saat itu saya merupakan pasien terakhir dan jam pun sudah menunjukan pukul 22.30 WITA. Saya pikir, hebat sekali dokter ini bisa menjaga penampilan sekaligus mempertahankan senyum hingga selarut itu. Bukannya apa-apa, soalnya saya pernah mengalami dijutekin dokter karena sepertinya beliau kelelahan.

Setelah menceritakan riwayat  kehamilan, dr. Winda langsung mempersilahkan saya untuk di-USG. Dalam hati saya berdoa, semoga penjelasannya memuaskan hati hehe. Alhamdulillah, doa saya terkabul. dr. Winda menjelaskan dengan sangat detail dan menyeluruh. Dari USG dengan dr. Winda, saya ditunjukkan lokasi jantung, diafragma, jumlah jari yang lengkap, taksiran berat badan janin, hingga jenis kelamin. Komplit! 

Ternyata bukan hanya saya saja yang girang, suami saya pun senang akan penjelasannya. Seselesainya kontrol, saya dan suami langsung sepakat untuk seterusnya kontrol disini. Yeay!
___

Fyuh! Rasanya lega sudah menemukan dokter kandungan yang pas di hati. Di Bandung dengan dr. Leri Septiani, SpOG dan di Denpasar dengan dr. Winda Andaka, SpOG. Menurut saya, merasa nyaman saat kontrol kehamilan itu penting sekali.

Bagi teman-teman di Bandung atau Denpasar, ada yang pernah kontrol ke dokter yang sama? Sharing ceritanya yuk :)

1 comment:

  1. Wah selamat ya Mbak Bila!
    Anyway, dokter sama pasien pun jodoh-jodohan ya, ada yang cocok langsung click, ada juga yang nggak cocok huhu. Semoga Mbak Bila dan calon Baby sehat selalu ya <3

    ReplyDelete