Tuesday, 15 January 2019

HELLO 2019!


Hello, 2019! Kata orang-orang, tahun baru itu tentunya semangat baru. Bagi saya ada satu lagi: domisili baru!

Jadi.. Per akhir Desember 2018, saya sekeluarga resmi pindahan dari Denpasar dan mulai menetap di Singaraja. Singaraja merupakan kota ketiga yang saya singgahi di Bali, setelah sebelumnya menghabiskan 8 bulan di Amlapura (Karangasem) dan 2 tahun 2 bulan di Denpasar. Bagi yang tidak familiar, Singaraja ini merupakan ibu kota Kabupaten Buleleng yang lokasinya di Bali bagian Utara. Di Buleleng ini lah terdapat objek wisata Lovina yang terkenal akan lumba-lumbanya. 

Kepindahan kami ke Singaraja didasari oleh promosi jabatan yang diterima oleh suami. Alhamdulillah, suami mendapatkan amanah baru di Polres Buleleng. Saat pertama kali mengetahui bahwa kami sekeluarga akan pindahan, rasanya campur aduk. Perasaan excited, kaget dan panik jadi satu. Excited karena semangat untuk menjelajahi kota baru. Kaget karena semua ini sangat tiba-tiba, tanpa aba-aba. Panik tak lain tak bukan karena harus pindahan dengan kondisi memiliki bayi. OMG! Hahaha.

Serah Terima Jabatan. Singaraja, 8 Desember 2018


Kecemasan yang timbul tentunya bukan tanpa alasan. Selain perkara packing-unpacking, ada lagi satu masalah yang muncul. Asisten rumah tangga kami memutuskan untuk berhenti saat kami sedang hectic persiapan pindahan. Nano-nano rasanya huhu.

Alasan lainnya adalah.. Saat itu bisa dibilang kami sudah "terlena" tinggal di kota besar seperti Denpasar. Denpasari itu.. Kotanya ramai, serba ada, akses kemana-mana mudah, dan lain sebagainya. Lalu saat sudah nyaman, eh pindah ke kabupaten yang nun jauh disana.

Meskipun diawali dengan sedikit rasa cemas, pada akhirnya semua tetek-bengek pindahan dapat berlalu dengan mulus. Dan disini lah kami, menetap di kota yang baru. Singaraja.



Setelah menjalani hari-hari di Singaraja, saya justru banyaaaaak sekali bersyukur. 

Pertama. Ternyata oh ternyata, tempat saya tinggal saat ini memiliki lingkungan yang lebih kondusif untuk Shakeil dibandingkan di Denpasar kemarin. Singaraja memiliki atmosfer yang menurut saya lebih segar dan nyaman. Saya dan suami merasa kalau lingkungan ini lebih ideal untuk Shakeil tumbuh. Lalu rumah kami pun dikelilingi oleh tetangga yang sangat baik hati dan perhatian. Selain itu di sekitar rumah Singaraja banyak terdapat anak-anak kecil, yang mana membuat Shakeil girang sekali! Anak bayiku selalu happy setiap kali lihat ada kakak-kakak sedang bermain. Hahaha udah ngerti main ya de :)

Kedua. Disini saya jauh lebih sering bertemu dengan suami! Dulu saat masih dinas di Kuta, suami saya sangat-sangat-sangat sibuk. Dalam sebulan, frekuensi kami makan malam bersama di rumah bisa dihitung dengan jari. Beliau seringkali pulang setelah berganti hari. Disini.. Alhamdulillah bisa sholat Magrib berjamaah. Jika kegiatan sedang tidak padat, sore-sore Shakeil sudah bisa main dengan papinya. Terharu! Hahahaha. (Seneng banget parah!)

Ketiga. Di Singaraja ini saya betemu dengan keluarga baru yaitu Bhayangkari Cabang Buleleng. Bertambahnya jumlah relasi, rekan dan kerabat di rantau itu selalu terasa menyenangkan. Apalagi ibu-ibu disini seru, kompak dan kocak sekali. Belum kenal sebulan saja saya sudah bisa ikutan ngakak-ngakak klo sedang kumpul bersama hihi.

Keluarga Bhayangkari Cabang Buleleng
Pura Melanting
Itulah sebagian kecil dari hal-hal yang sangat saya syukuri. Masih banyak hal lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu. Saya berusaha untuk selalu percaya jika kita kehilangan sesuatu, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. 

Segala hal-hal yang baru ini menjadi penyegar sekaligus motivasi untuk menjalani tahun ini dengan lebih semangat. Insha Allah. Bismillah! 

So.. 2019, I'm ready! :)

No comments:

Post a Comment