Thursday, 7 November 2019

EDINBURGH ITINERARY : 3 DAYS 2 NIGHTS AT CAPITAL OF SCOTLAND



Keluar dari zona nyaman itu memang challenging, namun saya yakin pasti ada sisi manis dan menyenangkannya. Pada kasus saya saat ini -tinggal di negeri orang dan jauh dari keluarga- pun tentu banyak juga hal seru yang dilalui. Salah satu bagian seru dan menyenangkan dari menemani suami ini adalah jalan-jalannya. Ahaha! *prok prok prok!*


Setelah 1.5 bulan tinggal di York, akhirnya kami mencoba mengeksplor kota lain. Kota tujuan pertama yang kami datangi adalah Edinburgh, ibu kota dari Skotlandia. Katanya Edinburgh ini merupakan salah satu kota tercantik di UK. Wow.


Kali ini saya akan coba bagikan itinerary di Edinburgh selama 3 hari 2 malam.

DAY 1

Edinburgh dapat dicapai dari York menggunakan beberapa pilihan transportasi, seperti mobil dan kereta. Kami memilih opsi kereta karena rasanya ini pilihan terpraktis serta terjangkau dibandingkan dengan sewa mobil. 

Untuk mendapatkan harga tiket kereta yang ekonomis di UK terdapat dua cara. 

Pertama, gunakan railcard. Railcard dapat dibeli secara online di www.railcard.co.uk seharga £30 yang berlaku selama 12 bulan. Jenisnya ada bermacam-macam tergantung kebutuhan. Pada intinya semua jenis railcard tersebut sama-sama memberikan potongan harga hingga 30% pada setiap tiket yang dibeli. Lumayan banget kan! 

Cara kedua, beli jauh-jauh hari. Di UK, jarak waktu pembelian tiket dengan harga beli tiket sangatlah berpengaruh. Jika tiketnya dibeli jauh-jauh hari, perbedaanya akan cukup signifikan dibandingkan dengan harga yang dibeli H-1. 

Kurang lebih sekian sedikit informasi terkait tiket kereta. Kembali ke itinerary ya!

Perjalanan York-Edinburgh berdurasi sekitar 2.5 jam. Saat itu kami berangkat dari York Station pukul 11.30 dan tiba di Edinburgh pukul 14.00.

Sesampainya di Edinburgh, kami memutuskan untuk check in di penginapan kami yang telah saya booking  melalui Airbnb. Untuk penginapan, di aplikasi Airbnb terdapat cukup banyak opsi yang dapat dipilih. Mulai dari private room (share beberapa fasilitas rumah seperti dapur atau kamar mandi), flat, apartemen hingga rumah. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan budget. 

Kalau saya spesifik memilih flat, apartemen atau rumah yang dapat dihuni secara privat oleh saya sekeluarga. Alasannya banyak, tapi yang paling utama terkait kenyamanan serta privasi. Kriteria lainnya adalah ketersediaan dapur yang nantinya akan digunakan oleh saya untuk memasak. Walaupun ini judulnya liburan, saya tetap mempersiapkan diri untuk masak. FYI, saya membawa sendiri rice cooker dari rumah karena biasanya rumah-rumah di UK tidak menyediakan rice cooker. Ya gimana kan, kami keluarga yang terlalu cinta dengan nasi hahaha. Bahan-bahan pelengkap seperti telur atau sayuran bisa dibeli di supermarket dekat penginapan.

Setelah check in dan menaruh koper, kami langsung menuju tujuan pertama dan satu-satunya di hari pertama yaitu Calton Hill. Kenapa satu-satunya? Karena kami berniat menikmati sunset disana, jadi pasti akan sampai cukup malam. 

Calton Hill adalah salah satu lokasi dimana bisa didapatkan pemandangan cantik kota Edinburgh. Untuk mencapai Calton Hill, kami perlu menaiki beberapa tangga. Disini lah kerja sama saya dan suami dibutuhkan. Saat itu saya kebagian tugas gendong Shakeil menggunakan gendongan, sedangkan suami menggotong stroller. Semangat ya, Pak Suami! 

Sesampainya disana, saya rasanya ingin kucek-kucek mata. Kok bisa ya pemandangannya secantik ini..

Calton Hill, Edinburgh
Pemandangan sunset kota Edinburgh dari Calton Hill
Menjelang matahari terbenam, Calton Hill semakin ramai akan pengunjung. Kemungkinan besar para pengunjung ini bertujuan sama dengan saya; ingin menikmati keindahan sunset di Edinburgh.

Setelah cukup puas mengeksplor Calton Hill dan menikmati keindahan sunset, kami memutuskan pulang. Di jalan pulang, kami membeli makan malam. Apa coba pilihan makan malam kami? KFC! Hahaha. Anyway, ini KFC pertama kami setelah menginjakkan kaki di UK. Turns out it was so good! Yummy! Beda dengan merek kompetitornya yang menurut saya tidak seenak versi Indonesia. Sebenarnya di York pun ada KFC, tapi malah belum pernah coba hehe.

DAY 2

Di hari ke-2, kami bangun pagi dengan kondisi tubuh super segar setelah tidur malam cukup cepat. Mandi, sarapan, siap-siap dengan sigap. Ga ba-bi-bu atau leha-leha karenaaa.. We were so ready to explore the city! 

Di hari ke-2 ini, fokus kami adalah untuk menjelajahi The Royal Mile. The Royal Mile ini sering disebut sebagai “The Heart of The Old Town, Edinburgh”. Katanya The Royal Mile ini merupakan jalanan paling terkenal yang sekaligus 'rumah' dari beragam destinasi wisata di Edinburgh. 

Dalam penjelajahan kali ini saya memulai tour Royal Mile dari Edinburgh Castle. Edinburgh Castle dikenal sebagai salah satu lokasi wisata dengan pengunjung terbanyak di Skotlandia.

CIty view dari Edinburgh Castle
Saya datang saat weekend dan memang seramai itu! Kami tidak masuk ke dalam karena pertimbangan waktu yang tidak memadai. Katanya dibutuhkan waktu 2-3 jam untuk menjelajahi Ediburgh Castle. Kami prefer untuk menggunakan 2-3 jam tersebut dengan melihat-lihat isi kota. Apalagi tiket masuknya berbayar (£ 17/orang), jadi sayang kalau disana hanya sebentar. Kalau memang kalian senang dengan sejarah Skotlandia, menurut saya patut mencoba melihat seisi kastil.

Dari Edinburgh Castle, kami lanjut menuju ke St. Giles Cathedral. Di perjalanan menuju St. Giles Cathedral, kami melewati Camera Obscura and World of Illusions. Camera Obscura adalah atraksi yang berisikan sejumlah interactive exhibits berupa ilusi optik. Sambil berjalan, ada juga Scottish Bagpiper yang sedang melantunkan melodi khas yang menurut saya syahdu sekali. Suara bagpipe dipadukan dengan pemandangan kota itu the best sih.

Berfoto di bagian luar Camera Obscura & World of Illusions
Berfoto dengan Scottish Bagpiper
Sesampainya di St. Giles Cathedral sekitar pukul 11.00 ternyata sedang terdapat kegiatan sehingga turis baru dapat masuk pukul 13.00. Sayang sekali, padahal kami ingin melihat isi dari katedral yang terkenal akan keindahan gotiknya. Tak apa, mari kita lanjutkan penelusuran The Royal Mile ini.

Beberapa langkah dari St. Giles Cathedral, saya melihat ada monumen Adam Smith, Bapak Ekonomi Dunia. Wow! Seketika flash back ke masa SMA dimana pertama kali mendengar nama beliau saat pelajaran Ekonomi. 

St. Giles Cathedral dan Adam Smith Monument

Tujuan selanjutnya adalah National Museum of Scotland. Saya super excited! Dari sekian banyak rekomendasi museum di Edinburgh, National Museum of Scotland ini paling banyak disebut. 

Untuk masuk kesini, pengunjung dicharge £0 alias free! Walaupun gratis, ternyata isinya bukan main-main ya guys. Besar, lengkap, keren, canggih, you name it. We were in awe! Saking luasnya, kami jadi tidak sempat eksplor seluruhnya karena anak kecilku mulai bosan. Shakeil hanya betah di bagian animal world saja. It’s ok, darling! Liburan bersama dengan toddler memang tidak bisa ambisius. Perlu disesuaikan dengan kondisi serta mood anak supaya semuanya senang dan tenang.

National Museum of Scotland
Krucuk-krucuk. Jam sudah menunjukkan pukul 13.00 dan kami mulai lapar. Akhirnya kami memutuskan makan di Ting Thai Caravan, salah satu restoran Thailand di Edinburgh yang banyak direview turis lainnya. It was delicious, so good! Walau menurut saya dan suami, masih lebih enak stand Thai food di Shambles Market ya hehehe.

Setelah makan, kami lanjut jalan lagi. Beberapa tujuan selanjutnya berisikan unsur keinginan sepihak dari saya. Kemana kah kami? Kenapa sepihak?

Pertama, kami menuju ke The Elephant House. The Elephant House ini merupakan  kafe yang wajib didatangi oleh penggemar Harry Potter yang sedang berlibur di Edinburgh. Menurut berbagai sumber. J.K. Rowling, selaku penulis Harry Potter, menghabiskan banyak waktu disini untuk menulis bukunya. Saking seringnya J.K Rowling menulis disini, kafe tersebut mengklaim dirinya sebagai “Birthplace of Harry Potter” walaupun diketahui juga kalau ini bukan pernyataan official dari si penulis. But still, it’s historical! Saya ga ragu untuk berfoto disana untuk mengabadikan momen. Suami hanya manut-manut saja karena dia mah tidak mengikuti serial Harry Potter hiksss!

Tujuan sepihak selanjutnya adalah Spoon Cafe. Sama seperti The Elephant House, Spoon Cafe dikenal sebagai tempat J.K Rowling menulis buku. Saya melihat kafenya dari jauh saja kok merinding ya. Feel so surreal. Terharu..

The Elephant House
Spoon Cafe
Dari Spoon Cafe, kami lanjut ke Victoria Street. Masih terkait dengan Harry Potter, Victoria Street ini disebut-sebut sebagai salah satu inspirasi J.K Rowling dalam menciptakan Diagon Alley. Diagon Alley adalah shopping centre di dunia sihir pada buku Harry Potter, dimana para siswa Hogwarts biasa belanja kebutuhan sekolahnya. Disini terdapat beberapa merchandise shop Harry Potter.

Secara pribadi, saya menobatkan Victoria Street sebagai jalanan tercantik dari yang sudah saya lewati di Old Town, Edinburgh. Warna vibran dari bangunan-bangunan disana sungguh mempesona. Saya bisa paham kenapa penulis Harry Potter bisa mendapatkan inspirasinya disini. Saat berada disana, rasanya memang magical sekali. Indah sekaligus magis. 

Victoria Street
The Boy Wizard, souvenir shop bertemakan Harry Potter
Di Victoria Street, saya cek jam tangan. Ternyata sudah pukul 15.00. Kami bergegas menuju Holyrood Palace yang merupakan tujuan terakhir dari The Royal Mile tour.

Holyrood Palace adalah tempat tinggal resmi Ratu Inggris di Skotlandia. Setiap tahunnya beliau menghabiskan waktu sekitar seminggu disini pada saat kunjungan kerajaan ke berbagai daerah di Skotlandia. Biasanya kunjungan itu berlangsung pada bulan Juni-Juli dan disebut dengan Holyrood Week atau Royal Week.



Waktu menunjukkan 16.30 dan Holyrood Palace pun tutup. Lalu kemana kami sekarang? Pulang? Oh tentu saja belum! Hahaha.

Kebetulan beberapa teman saya ada yang tinggal di Edinburgh. Ada yang sekolah, ada juga yang menemani suaminya sekolah seperti saya. Lucky me, mereka menyempatkan waktu untuk bertemu. Akhirnya terjadilah.. Reuni kecil-kecilan di Edinburgh. Jauh banget ya reuninya! Tapi jadinya berkesan sekali. Happy :)


Oke. Sekarang beneran waktunya pulang. Istirahat dan persiapkan diri di hari ketiga yang sekaligus hari terakhir kami di Edinburgh kali ini (harus ada “kali ini”, karena mungkin saja ada kali-kali lainnya hehe).

DAY 3

Oh, no. Last day!

Hari terakhir ini kami ga terlalu ambisius, karena kereta kepulangan ke York pukul 13.00. Jadi kami memilih mengunjungi beberapa tempat yang lokasinya tidak terlalu jauh dengan stasiun.

Tujuan pertama adalah New College, University of Edinburgh atau lebih dikenal dengan nama School of Divinity. Motivasi kesini satu-satunya: spotnya super instagramable! Hahaha. Plus lokasinya dekat sekali dengan stasiun. Pas!

New College, University of Edinburgh
Princes Street Garden
Dari New College, kami berjalan sedikit untuk melihat Princes Street Garden. Rasanya belum lengkapnya kalau berkunjung ke suatu kota di UK tanpa mampir ke tamannya. Princes Street Garden ini adalah taman publik yang berada di pinggir Princes Street. Tamannya luas, cantik dan asri sekali. Suasana musim gugur menambah keelokan taman ini; daun yang mulai menguning, kelopak bunga berguguran. 

Sudah jam 12.00, saatnya menuju stasiun kereta. Di perjalanan dari Princes Street Garden ke stasiun, kami melewati Scott Monument. Scott Monument adalah persembahan untuk Sir Wallet Scott yang merupakan penulis kelahiran Edinburgh yang juga sejarawan ternama di Skotlandia.

Scott Monument


Tepat pukul 13.00, kereta berangkat dari Edinburgh Waverley Station menuju York Station. Liburan singkat di Edinburgh pun berakhir dengan manis, manis sekali. 


***

Sebenarnya masih ada beberapa tempat yang ingin kami kunjungi di Edinburgh, tapi belum kesampaian. Gak apa-apa, siapa tau nanti ada Edinburgh Trip 2.0, sekalian eksplor Skotlandia. Hehe. AYo bilang amin!

Alhamdulillah! Rasanya happy dan refreshed. Awalnya saya kira selesai dari Edinburgh akan encok karena mesti gendong atau kejar Shakeil, ternyata tidak hahaha yuhuu. Shakeil hanya sesekali lari-lari (itu pun di dalam museum dan restoran) dan betah sekali di stroller. Terima kasih ya, nak! Terima kasih juga untuk Papi yang meluangkan waktunya sejenak. Habis liburan, selamat berkutat dengan essay ya, Pak! ;)

Terima kasih yang berkenan baca! Dan untuk yang berencana liburan ke Inggris, saya sangat merekomendasikan berkunjung ke Edinburgh. You won’t regret.

Sampai jumpa di kisah liburan selanjutnya. XOXO!


1 comment:

  1. Uwaaaaaaa lama banget nggak keliatan di bloooog. Ikutan seneeeeng liat foto-foto kamu jalan-jalan di sanaaa. Keren banget ih mana bawa si kecil. Sehat sehat terus yaaah Putri sekeluargaaa :*

    ReplyDelete